<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3599">
<titleInfo>
<title>evaluasi risiko keterlambatan reparasi kapal dengan metode failure modes and effects analysis (FMEA) (cases study MV. Berlin Nakroma)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ndaru Gilang Ramadhan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Intan Baroroh, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2024</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi, 69 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Setiap kapal yang masih aktif beroperasi dalam pelayaran wajib memperhatikan perbaikan atau pemeliharaan sesuai dengan standar klasifikasi. Hal ini diperlukan oleh manajemen atau pemilik kapal untuk melakukan perencanaan pemeliharaan. Pihak galangan kapal sebagai jasa reparasi seringkali mengalami kendala pada saat proses reparasi sehingga menyebabkan waktu reparasi menjadi lebih lama. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan peralatan kerja, pengiriman material yang tidak teratur, kurangnya peralatan teknis. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi risiko keterlambatan perbaikan kapal sehingga tidak terjadi kegagalan atau keterlambatan dalam perbaikan kapal. Metode yang digunakan adalah metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk mengukur setiap kegagalan pada setiap kegiatan yang mempengaruhi perbaikan kapal. Hasil penelitian menunjukkan skor penilaian berupa Risk Priority Number (RPN) yang terdiri dari kegiatan: jumlah mesin potong masih terbatas dengan skor 309,83, kegagalan pengecatan dan pengelasan secara bersamaan dengan skor 267,08, material yang datang dikerjakan ulang sesuai kebutuhan dengan skor 335,06 dan peralatan transportasi kurang memadai dengan skor 294,16. Langkah mitigassi yang dilakukan berupa penyiapan jumlah alat kerja sebelum pekerjaan dilaksanakan, pengkondisian urutan pekerjaan sesuai jadwal dan penambahan transportasi cadangan.</note>
<subject authority=""><topic>Mapping risiko</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Failure mode and Effect analysis (FMEA)</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Risk Priority Number (RPN)</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Perbaikan Kapal</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>621.24.19 Nda e</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200012024</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>621.24.19 Nda e</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3599</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-04-29 14:27:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-29 14:27:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>